Beberapa Hal yang Membuat Pria Takut Berkomitmen

Posted by Yusdalicious dot Net | Posted in Boys, Boys and Girls, Girls | Posted on 07-01-2010

1

Sesuai dengan judulnya, seperti cukup menarik untuk dianalisis dan saya kemukakan dalam tulisan kali ini. Mungkin buat sebagian pria ada yg tidak setuju, tapi buat sebagian lagi, mungkin ada yang sangat setuju nantinya. Whatever u opinian, this is my blog…

Langsung aja ke-permasalahan intinya, beberapa hal yang membuat pria takut/ enggan untuk berkomitmet:

  1. Pria akan merasa kehilangan kebebasan-nya untuk berteman, berpetualang dan lain2-nya jika mereka sudah berkomitmen. Kemana-mana harus lapor/ izin dulu. Mau refreshing bareng teman-teman, waktunya gak sebebas sebelum berkomitmen.
  2. Pria akan merasa kehilangan kesempatan untuk dapat berkencan dengan gadis-gadis cantik, Untuk hal ini saya rasa tidak perlu saya jabarkan alasan nya…
  3. Pria terlalu takut jika harus mengantarkan pasangan-nya berkeliling pasar/ mall. Karena banyak perempuan rela muter-muter mall/ pasar hanya untuk mendapatkan selisih harga Rp 1.000 bahkan kurang. Bagi kebanyakan pria, hal tersebut hanya membuang-buang waktu.
  4. Pria merasa akan kehilang weekend-nya, karena harus dihabiskan bersama pasangan-nya. Buat kebanyakan pria, weekend tidak harus selalu berpergian. Weekend dapat dihabiskan dengan bermalasan dirumah, tapi buat kebanyakan perempuan, weekend saatnya untuk shoping atau liburan…
  5. Pria merasa kurang mampu untuk membiayai kebutuhan shoping pasangan nya. Mungkin untuk keperluan sehari-hari tidak akan ada masalah. Tapi untuk kebutuhan shoping/ belanja, pria takut tidak dapat memenuhi kepuasan “nafsu mata” dari pasangan-nya.

Mungkin segitu yang ada dipikiran saya sekarang, memang semua bukan menurut saya pribadi, tapi berdasarkan pengamatan pada sekitar, dan berdiskusi dengan teman-teman pria…

  • Share/Bookmark

Jangan Menjadi Pria Pengejar, Tapi Jadilah Pria Pemikat

Posted by Yusdalicious dot Net | Posted in Boys, Boys and Girls | Posted on 02-01-2010

3

Suatu hari pernah terjadi obrolan dengan seorang teman, obrolan laki-laki isinya pasti tidak jauh-jauh dari yang namanya perempuan. Tentunya obrolan ini masih dalam kewajaran, setidaknya menurut saya pribadi.

Dalam pembecaraan tersebut, ada sesuatu yang membuat saya jadi lebih tertarik untuk membicarakan-nya lebih dalam lagi. Teman saya bilang dia pernah dengan ucapan dari si ……. [saya lupa siapa nama orang tersebut yang dia katana]. Yang jelas intinya:

  • Share/Bookmark