USB Extender Memperpanjang Kabel USB dengan Kabel UTP

Posted by Yusdalicious dot Net | Posted in Networking, Wajanbolic, Wired Networking, Wireless Networking | Posted on 28-07-2009

1

Pada kesempatan kali ini saya akan berusaha menulis dan mejelaskan cara membuat USB Extender dengan perpanjangan menggunakan Kabel UTP, agar dapat lebih memperjelas tulisan ini, saya juga menyertakan gambar/ foto dari album foto Pa Egoen. Sebelum nya saya ucapkan terima kasih buat Pak Goen, yang selalu memberikan inspirasi2 baru.

Ok, Mengapa kita perlu kabel USB yang panjang? Karena kabel Usb yang tersedia di Pasaran biasanya maksimal cuma 1-1,5 mtr. Walau sebenarnya ada yang 10-20 mtr, tapi jarang ada dan biasanya memerlukan USB repeater (klo ga salah itu namanya) untuk memperkuat aliran data di USB yang cukup panjang. yang menjadi masalah adalah harga USB repeater tersebut cukup mahal untuk saya beli, untunglah Pak Goen memberikan solusi dengan memperpanjang kabel USB menggunakan kabel UTP. Karena klo kabel USB nya diperpanjang dengan UTP kemungkinan besar untuk 20 mtr masih bisa tanpa USB Repeater(walaupun masih tergantung sama USB nya yang di Motherboard juga). Biasanya keperluan kabel USB panjang ini digunakan untuk pemasangan antena USB WiFi OutDoor, perpanjangan kabel printer,USB HUB, dll…

Disaranakan menggunakan USB ver 1.0, karena berdasarkan pengalaman. Trik ini hampir selalu berhasil pada USB ver 1.0

Baiklah, kita langsung pada prakteknya saja. Bahan dan peralatan yang perlu disiapkan adalah:

  • Share/Bookmark

Limit Bandwidth di Mikrotik menggunakan Simple Queue

Posted by Yusdalicious dot Net | Posted in Mikrotik, Networking, Wired Networking, Wireless Networking | Posted on 27-07-2009

4

Sesuai janji saya sebelum nya, saya akan membahas bagaimana melakukan management bandwidth di Mikrotik. Saya tidak akan membahas bagaimana melakukan cara instalasi, setting ip, masquerade dan lain sebagai nya, tetapi ulasan kaliini langsung pada intinya saja, yaitu management/ Limit bandwidth.

Pada percobaan kali ini, saya menggunakan Mikrotik 2.9.27. InsyaAllah juga bisa dilakukan di mikrotik versi yang lain. Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membatasi bandwidth, tetapi berdasarkan pengalaman saya, dengan Simple Queue ini, adalah cara yang paling gampang melakukan management bandwidth, secara namanya aja udah simple, dan tentunya sesuai dengan namanya itu tadi, langkah-langkah yang dilakukan pun sangat simple. Cukup clack-click aja dan selesai.

Lansung praktek nya aja…

  • Share/Bookmark

PoE Made in Yusda (membuat PoE sendiri)

Posted by Yusdalicious dot Net | Posted in Networking, Wired Networking, Wireless Networking | Posted on 26-07-2009

0

Kali ini saya akan menepati salah satu janji saya, disini akan sedikit menceritakan PoE buatan saya. Saya sendiri bingung mau disebut PoE jenis apa yang saya buat ini, tapi seperti itulah saya membuat nya, cuman sedikit ide nekat aja sih sebenarnya. Jadi pada intinya, karena ketidakinginan kabel power adaptor AP naik ke tower, maka terciptalah ide nekat seperti ini.

Dari gambar di bawah ini, saya rasa cukup jelas, sehingga saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar lagi, pada intinya kabel power adaptor ada dua, dimana salah satunya mempunya garis/ strip putih. Selanjutnya, pada bagial kabel UTP saya manfaatkan kabel yang berwarna coklat dan coklat-putih. Jadi pada saat crimping kabel UTP ke connector RJ-45, kabel coklat dan coklat-putih tidak di ikut sertakan. Asumsi saya, anda sudah bisa melakukan crimping kabel UTP ke connector RJ-45.

clip_image002

Dengan begitu, kabel coklat dan coklat-putih dapat di sambungkan dengan kabel adaptor AP/ AP Client. Dimana sebelumnya, kabel adaptor tersebut harus dipotong dulu menjadi dua bagian. Metode penyambungan dari kabel adaptor ke UTP sangat sederhana, seperti penyambungan kabel biasanya. Yang harus diperhatika agar tidak terjadi korslet, kabel adaptor dengan strip putih di sambungkan ke kabel UTP yang berwarna coklat putih dan kabel adaftor yang tidak ada stripnya di sambungkan dengan kabel warna coklat. Dan pada ujung yang satunya pun juga sama seperti itu.

Satuhal yang harus diingat, panjang kabel UTP maksimal yang pernah saya coba adalah 16 meter, lebih dari itu saya belum pernah coba. Kemungkinan besar apabila kabel utp panjangnya lebih dari 20 meter, akan menyebabkan power tidak sampai ke AP/ AP Client sehingga AP/ AP Client tidak akan bisa berfungsi. Perbedaan power adaptor dengan yang saya pake juga akan berpengaruh. Dalam tulisan kali ini, saya praktekkan pada merk minitar seri MWGAR dengan adaptor bawan pabrik.

Satuhal penting lagi yang harus di ingat, supply listrik ke adaptor sangat di sarankan melalui Stavol atau stabilizer atau UPS. Hal ini untuk menghindari tegangan PLN yang biasanya cenderung tidak stabil.

clip_image003

Yusda R. Noor
YM: yusda_46
Email: yusdas@gmail.com
http://yusdalicious.net

  • Share/Bookmark

Membangun Kos-Kosan-Net

Posted by Yusdalicious dot Net | Posted in Networking, Wired Networking, Wireless Networking | Posted on 25-07-2009

7

Untuk tulisan kali saya akan sedikit membuka rahasia Usaha yang saya coba. Cieh, usaha, kesannya saya kaya seorang pengusaha ya… Ya semoga aja nanti klo memang saya gak jadi teknisi jaringan setidak saya bisa jadi pengusaha. Hehehe… Syukur-syukur jadi pengusaha ISP. Kok d awal saya bilang rahasia ya, apa ini memang rahasia? Sebenarnya sih gak juga, ini cuman sekedar sharing pengalaman aja, terutama buat yang sama sekali belum tau masalah kos-kosan Net ini, atau biasa orang bilang RTRW-Net.

Kok punya saya Kos-Kosan Net? Sebenarnya sih sama aja kaya RTRW-Net, cuman sasaran utama saya adalah kos-kosan net, sedangkan klo RTRW-Net lebih ke rumah tangga nya.

Aduh, udah terlalu panjang nih basa basinya, langsung aja kita bahas apa, mengapa dan bagaimana Kos-Kosan Net itu tadi.

Pertama, apa sih kos-kosan net? Kos-Kosan Net adalah satu satu jasa shearing koneksi internet, dimana nantinya yang menjadi client-client adalah rumah kos mahasiswa yang tertarik untuk mengkoneksikan Jaringan internet. Implementasinya bisa menggunakan media wireless atau wired/ kabel.

  • Share/Bookmark

Membuat Antenna Wajanbolic Sebagai solusi murah antenna Wireless Lan/ WiFi

Posted by Yusdalicious dot Net | Posted in Networking, Wajanbolic, Wireless Networking | Posted on 24-07-2009

8

Ok, menyambung dari tulisan sebelum nya. Kali ini saya akan membahas cara membuat antenna wajanbolic.

Bahan dan Peralatan serta tempat beli:

  1. Wajan, Diameter terserah (lebih besar lebih bagus sinyal yang didapat, tetapi semakin besar maka, terpaan anginnya akan semakin kuat).Bisa di beli di toko-toko terdekat di kota anda, lebih murah jika anda membeli di pasar tradisional, tapi harus pintar2 menawar.
  2. Pipa PVC 3inch, panjang kurang lebih 30cm, Bisa di beli di toko bangunan terdekat, yang kita butuhkan adalah 30Cm harga untuk tiap meternya berkisar Rp.10.000 s/d Rp.15.000
  3. Dop (tutup Pipa PVC 3inch) 2 buah Bisa di beli di toko-toko bangunan terdekat di kota anda, harganya perbuah bekisar Rp.5000- Rp.10.000
  4. N konektor (N female) Bisa di beli di toko elektronik, klo di daerah malang, bisa dicari di toko Zigzag di belakang Pasar Besar, sekitar 25rban perbuah
  5. Alumunium Foil Bisa di beli di toko2 yg menjual peralatan tulis.Biasanya dijuan sekitar 5rban per rol nya, satu rol nya bisa buat 10 lebih antenna wajanbolic.
  6. Kawat Kuningan (daleman kabel N.Y.A), Bisa di dapet di toko2 elektronik, yang di perlukan kurang dari 15cm.
  7. Baut, Mur-nya serta ring nya ukuran 12 atau 14 Bisa di beli di toko bangunan, di perkirakan sesuai kebutuhan anda supaya mounting ke ISP menjadi lebih bagus dan lebih kuat nancepnya ke tiang.

Perlengkapan dan cara Beli

  1. Solder à dengan timah tembaganya Bisa di dapetkan di toko toko elektronik terdekat di rumah anda, atau biasanya pas waktu beli pipa PVC di toko bangunan kemungkinan ada, Harga berkisar Rp.5000 sd Rp.45.000 tergantung kualitas soldernya
  2. Bor à Bisa di beli di toko bangunan terdekat harga berkisar antara Rp. 200.000 sd Rp. 500.000 atau kalo dana mepet bisa minta bantuan bengekelterdekat untuk melubangi wajannya
  3. Isolasi bening dan Double tape Bisa di beli di semua toko di samping kanan atau kiri kita yang jual double tape
  4. Penggaris Bisa di dapetkan di toko toko terdekat di kota anda, masak gak tau.. namanya penggaris… cape’ dehh

Cara Merakit

  • Share/Bookmark

Antenna Wajanbolic Sebagai solusi murah antenna Wireless Lan/ WiFi

Posted by Yusdalicious dot Net | Posted in Networking, Wajanbolic, Wireless Networking | Posted on 22-07-2009

0

Wifi/ WLAN atau wireless lan sekarang ini sudah banyak di terapkan. Baik untuk koneksi jarak jauh maupun untuk koneksi jarak dekat. Untuk koneksi jarak jauh contoh nya untuk menghubungkan 2 buah gedung dengan jarak antara 2km sampai 10km, bahkan lebih dari 10 km. Dan untuk jarak pendek, kurang dari 500mtr. Untuk jarak pendek ini biasanya digunakan untuk hotspot.

Biasanya, untuk koneksi jarak pendek ini, tidak di butuhkan perangkat tambahan seperti antenna external untuk melakukan koneksi. Tetapi lain hal nya jika ingin melakukan koneksi jarak jauh, akan diperlukan antenna external untuk memperkuat tangkapan sinyal dari AP (Access Point). Beberapa antenna yang umun digunakan untuk client adalah antenna Grid, yagi, semi parabolic, wajan bolic dll.

Wajanbolic?

  • Share/Bookmark

Olympus E500 vs Canon 350d [FR newbi]

Posted by Yusdalicious dot Net | Posted in Photography | Posted on 09-07-2009

3

Bingung gak ada kerjaan, trus kepikiran buat nulis pengalama saya menggunakan kedua kamera DSLR entry level. Sapa tau berguna buat yg lagi bingung milih. Tapi tulisan ini berdasarkan pandangan awam seorang newbi dalam dunia fotografi. Salah dan khilaf nya mohon dikoreksi.

Awalnya saya pegang DSLR, pilihan jatuh pada Olympus E500. Kenapa E500, karena pada saat itu memang cuman seri itu yang sesuai dengan kontong cekak saya. Kasarnya, karena keterbatasa uang, akhirnya saya pilih DSLR tersebut. Secara fisik, E500 cukup nyaman ditangan saya. Body tidak terlalu kecil, tidak terlalu ringan dan tidak terlalu berat juga. Bahan dari plastik, terasa kurang kokoh. Tapi gak masalah, harganya memang sesuai, lagian nih kamera bukan untuk dibanting2 juga.

Menu yg ditampilkan lumayan sederhana dan mudah dimengerti untuk seorang awam seperti saya. Tapi dalam menu sederhana tersebut, lumayan lah fitur2 yg disajikan. Harga boleh murahan, tapi fitur2 yg diberikan oleh olympus tidak murahan sama skali. Bahkan fiturnya lebih dari cukup sebuat kamera entry level.

Masalah sensor, saya gak berani nulisnya, karena saya memang sangan sedikit mengerti tentang sensor. Tapi yang saya tau, E500 menggunakan sensor Kodak. Dan ada pembersih dust nya. Ini yg menjadi salah satu daya tarik E500, sudah mempunyai anti dust pada sensornya. Tidak seperti kebanyakan DSLR entry level yg lain, yg tidak memiliki anti dust seperti ini. Lumayan penting nih, buat bersihin lensa, apalaig buat fotografer yg hoby ganti2 lensa di TKP.

Viewfinder, banyak yg bilang kecil. tapi menurut saya pribadi lumayan lah… gak terlalu kecil2 amat. Cukup lah buat pandangan mata saya. :D

Untuk penggunaan foto malam hari, saya akui memang E500 sedikit kalah sama rivalnya yg sekelas. Tapi ini juga bukan masalah buat saya, toh jarang2 foto malam hari. Foto indor juga jarang, jadi gak terlalu masalah.

Hasil foto, untuk tone nya tanpa olahan sotosop (baca: Photoshop), sangat lumayan. Bahkan bisa dibilang dahsyat. Mungkin karena sensornya dari Kodak kali ya. Tone nya bisa dibilang lebih hidup walaupun tanpa diolah dengan sotosop tadi.

Lensa,
Nah… ini dia yang akhirnya membuat saya menceraikan Olympus dan beralih ke lain hari, Canon. Kenapa lensa? Karena lensa Olympus, mahal cuy…. Ampun dah klo beli lensa Asli Olympus. Kitnya aja paling murah 3jt an. Lensa SWD nya bisa lebih mahal dari body E500 saya. Aneh dong klo body nya seharga 3-4jt an, trus dipasangin lensa 11jt an. Tp sebenarnya lensa2 kit nya Olympus sudah lebih dari cukup untuk seorang pemula kaya saya. Tapi, tetep aja namanya manusia, pasti merasa gak puas dengan lensa kit nya.

Akhirnya saya putuskan untuk menjual E500, dan pindah ke Canon dengan alasan yg cemen bgt, yaitu pengen coba lensa 50mm nya Canon.

Ok sekarang reviw nya 350d,

  • Share/Bookmark